oleh

Disporapar Survey Lokasi Arung Jeram

BIREUENSATU.COM, JULI | Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bireuen bersama sejumlah Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) melakukan survey lokasi wisata Arung Jeram di Desa Pante Peusangan, Kecamatan Juli, Bireuen, pada Jum’at 29 Agustus 2020 sore.

Lembaga yang ikut serta dalam survey ekowisata di Pante Peusangan sendiri terdiri dari Aceh Green Conservation (AGC), Forum DAS Krueng Peusangan dan Bentang Adventure.

Kepala Disporapar Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, M.Pd menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan lapangan, masih banyak sarana dan prasarana yang harus diperbaiki untuk mengembangkan wisata Arum Jeram di Pante Peusangan.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan wisata Arung Jeram keluarga yang mulai diminati masyarakat,” katanya.

Kata dia, pengelolaan wisata Arung Jeram ini, nantinya akan dikelola bersama Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG) dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Semoga, wisata Arung Jeram Pante Peusangan menjadi destinasi wisata yang diminati masyarakat,” katanya.

Kata dia, untuk mendukung pengembangan wisata alam itu, maka pemerintah perlu membangun sarana transportasi yang layak, sehingga para pengunjung nyaman

Sementara itu, Ketua Umum Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP), Suhaimi Hamid menambahkan, pihaknya sangat mendukung wacana dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bireuen.

“Dengan adanya pengembangan ekowisata Arung Jeram di Pante Peusangan, maka dengan sendirinya akan ada peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” sebut Suhaimi Hamid.

Kata Suhaimi, bila wisata Arung Jeram ini dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen, maka upaya pengelolaan DAS Peusangan juga dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Bila wisata Arung Jeram ini jadi, maka masyarakat setempat juga harus menjaga lingkungan dan sumber air, sehingga pengunjung betah dan terkesima dengan keindahan alam di Pante Peusangan,” sebut Suhaimi.

Selain itu, tambah Suhaimi, pihaknya menyarankan Disporapar Bireuen agar menyusun konsep wisata Arung Jeram yang berbasis lingkungan, dimana pemerintah perlu menyusun skema yang pro terhadap lingkungan.

“Nanti, pengelolaan wisata Arung Jeram juga perlu memperhatikan dan mendukung upaya perlindungan catchment area di hulu DAS Peusangan, sehingga ketersediaan air di Krueng Peusangan stabil,” pesan Suhaimi Hamid. [ ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *