oleh

Kankemenag Bireuen Serahkan IJOP dan NSPP Kepada 5 Pesantren

BIREUENSATU.COM – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen menyerahkan piagam Ijin Operasional (IJOP) dan Surat Keputusan (SK) Direktur Pendidikan Islam Nomor 4804 tahun 2020 tentang penetapan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) kepada lima pesantren di Kabupaten Bireuen.

Penyerahan IJOP dan SK tersebut dilaksanakan pada Selasa 15 September 2020 pagi di kantor kementerian agama setempat.

Kakankemenag Bireuen, Drs H Zulkifli kepada kepada wartawan mengatakan, penyerahan piagam IJOP secara simbolis dilakukan pihaknya. Kata dia, ini merupakan pengurusan perdana secara online.

“Kita berharapkan, pimpinan pesantren harus merespon dengan penerapan sistem online, dan hal ini juga masih perlu disosialisasi,” katanya.

Menurut dia, bila sistem ini tidak diikuti oleh pesantren, maka pesantren tidak mendapatkan perhatian atau bantuan dari pemerintah

“Pesantren juga diharap dapat menyediakan operator khusus, di Bireuen dari 11 pesantren, baru lima yang memenuhi syarat dan menerima piagam dan SK NSPP, sisanya masih dalam tahap proses,” jelas Zulkifli Idris.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H Sulaimannur Sag berharap, pondok pesantren semakin bebas bergerak dan tidak perlu was-was oleh pertanyaan dari wali santri terkait status Ponpes, karena sudah memiliki IJOP dan NSPP. Menurut dia, piagam itu dapat dipromosikan dalam bentuk spanduk dan baliho, sehingga mudah dibaca, terutama bagi wali santri.

“Diharapkan kepada pondok pesantren telah menerima piagam IJOP dan NSPP untuk aktif mengentry data kelembagaan, sarana prasarana serta biodata pengajar dan murid atau santri anak didik pada aplikasi EMIS Pesantren,” imbuhnya.

Lima pesantren dari lima kecamatan yang menerima IJOP dan NSPP masing-masing YPI Madinatuddiniyah Madinatussalam, Gampong Paya, Kecamatan Peudada, Dayah Terpadu Az Zanzabil, Gampong Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, Raudhatul Mubarakah Al-Idrisiyah, Gampong Meunasah Puuk, Kecamatan Samalanga, Dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Mubaarakah Al-Munawwarah, Gampong Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, dan Syamsul Maarif Al Ahmad, Gampong Tanjong Bungong, Kecamatan Gandapura. (*)

Menurut dia, bila sistem ini tidak diikuti oleh pesantren, maka pesantren tidak mendapatkan perhatian atau bantuan dari pemerintah

“Pesantren juga diharap dapat menyediakan operator khusus, di Bireuen dari 11 pesantren, baru lima yang memenuhi syarat dan menerima piagam dan SK NSPP, sisanya masih dalam tahap proses,” jelas Zulkifli Idris.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H Sulaimannur Sag berharap, pondok pesantren semakin bebas bergerak dan tidak perlu was-was oleh pertanyaan dari wali santri terkait status Ponpes, karena sudah memiliki IJOP dan NSPP. Menurut dia, piagam itu dapat dipromosikan dalam bentuk spanduk dan baliho, sehingga mudah dibaca, terutama bagi wali santri.

“Diharapkan kepada pondok pesantren telah menerima piagam IJOP dan NSPP untuk aktif mengentry data kelembagaan, sarana prasarana serta biodata pengajar dan murid atau santri anak didik pada aplikasi EMIS Pesantren,” imbuhnya.

Lima pesantren dari lima kecamatan yang menerima IJOP dan NSPP masing-masing YPI Madinatuddiniyah Madinatussalam, Gampong Paya, Kecamatan Peudada, Dayah Terpadu Az Zanzabil, Gampong Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, Raudhatul Mubarakah Al-Idrisiyah, Gampong Meunasah Puuk, Kecamatan Samalanga, Dayah Madinatuddiniyah Raudhatul Mubaarakah Al-Munawwarah, Gampong Krueng Juli Barat, Kecamatan Kuala, dan Syamsul Maarif Al Ahmad, Gampong Tanjong Bungong, Kecamatan Gandapura. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed