oleh

Zikir dan Do’a Bersama Warnai Peringatan 15 Tahun MoU Helsinki di Makmur

BIREUENSATU.COM, MAKMUR | Dalam rangka memperingati 15 tahun perjanjian Damai MoU Helsinki pada Sabtu 15 Agustus 2020, mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah 4 (empat) Wilayah Bate Iliek bersama warga menggelar Zikir dan Do’a bersama di Gampong Trienggadeng Kecamatan Makmur, Bireuen.

Peringatan hari bersejarah bagi GAM-RI itu dihadiri ratusan masyarakat, eks Kombatan GAM, pengurus Partai Aceh, jajaran Komite Peralihan Aceh, Panglima Sagoe D4 Batee Iliek dan juga anggota DPK Bireuen dari Partai Aceh, Zulkarnaini dan mantan Panglima GAM D4 Abdul Gani.

“Acara tersebut dilaksanakan untuk mengenang para Syuhada yang telah berjuang, sehingga kondisi Aceh seperti hari ini. Perdamaian yang telah tercapai berkat darah syuhada, pejuang GAM dan masyarakat, karena mereka kita bisa menikmati kondisi damai seperti saat ini,” kata anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Aceh, Zulkarnaini yang dikutip media ini, pada Minggu (16/8).

Zulkarnaini mengaku, sebagai anggota legislatif dari Partai Aceh, pihaknya terus berupaya mendorong Pemerintah Aceh utnuk memperjuangkan butir-butir MoU Helsinki diimplementasikan agar mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Aceh.

“Masih banyak persoalan yang harus diperjuangkan dan diselesaikan oleh Pemerintah Aceh, karena itu, kami sebagi anggota legislatif tentu harus mendorong pemerintah memperjuangkan nasib MoU Helsinki,” sebut Zoel SoPAN, sapaan akrab Zulkarnaini.

Kata dia, salah satu persoalan yang harus dituntaskan Pemerintah Aceh adalah polemik Qanun Bendera Aceh, selain itu, pembagian hasil migas dan sejumlah butir-butir MoU Helsinki lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada eks Kombatan GAM Daerah 4 Wilayah Bate Iliek dan masyarakat setempat yang telah bahu membahu menyukseskan peringatan 15 tahun MoU Helsinki,” katanya.

Menurut dia, meskipun acara yang digelar cukup sederhana, namun kegiatan ini penting kita lakukan untuk mengingatkan jasa para Syuhada yang berjuang tanpa pamrih, sehingga damai bisa tercapai,” sebut Zoel SoPAN.

“Peringatan 15 tahun MoU Helsinki bukan hanya sebatas seremonial belaka, namun banyak makna yang bisa kita petik dari peringatan 15 tahun damai Aceh,” sebut Zoel SoPAN.

Kegiatan itu juga menyantuni anak yatim yang sebagian besarnya merupakan anak para Syuhada. [ ]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed